Ini selingan yang dilakukan sejumlah orang muktamirin atau peserta Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) Jombang, Jawa Timur 1-5 Agustus 2015.
Di sela menunggu kepastian berlangsungnya pelaksanaan jadwal muktamar, mereka meluangkan waktu beristirahat, sambil menikmati bekam tanduk sapi, di Masjid Sekolah SMAN 1 Jombang, yang menjadi basecamp sebagian peserta.
Untuk menghilangkan pegal dan capai, sebagian peserta melakukan bekam yang dilakukan oleh ahli dari Madura. Di antara mereka, yang melakukan Bekam adalah Mujiono, peserta Muktamar NU dari Lampung Utara.
"Kami dua hari dua malam dalam perjalanan. Jadi sangat capai," kata Mujiono ditemui VIVA.co.id saat tetapi bekam, di area Muktamar.
Dia mengaku pegal-pegalnya hilang setelah dibekam menggunakan media tanduk sapi dengan olesan ramuan minyak pepohonan asal Madura.
Lainnya, yang juga memanjakan tubuh dan untuk menghilangkan capai, adalah Muhammad Amir. Tak hanya dibekam, punggungnya juga dikerok untuk menghilangkan masuk angin.
"Ya, lumayan, badan saya jadi segar," katanya.
Yang merasakan pegal di kaki juga dilakukan Bekam. Kedua kakinya penuh dengan tanduk kuda, secara bergantian, tanduk-tanduk itu dicabut, diolesi minyak kemudian ditancapkan lagi, begitu seterusnya bergantian.
Untuk bekam, ada sejumlah tanduk sapi yang ditancapkan. Sebelum ditancapkan, tanduk diolesi minyak kayu ning-ning, yaitu campuran ramuan tumbuhan dan akar-akaran. Kemudian bonggol lubang tanduk dibakar sebentar, lalu tempelkan di bagian yang pegal secara bergantian.
"Ini tradisi dari Madura," kata Muhammad Najib, tukang bekam yang juga kepala rombongan asal Madura ini.
Sumber
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




ConversionConversion EmoticonEmoticon