Klub-klub Premier League dikenal sebagai gudangnya kontrak besar dari pihak sponsor. Tapi, sadarkah Anda kalau klub kompetisi kasta tertinggi di Inggris itu tak bisa lepas dari andil negara-negara lain.
Hal ini berdasarkan fakta yang diungkap oleh totalsportek.com. 14 dari 20 klub Premier League saat ini mendapatkan sokongan dari perusahaan-perusahaan luar negeri. Kerja sama tersebut berupa sponsor yang melekat di kostum.
Perusahaan dari negara Timur Tengah, Asia, dan Amerika Serikat saat ini menjalin kerja sama dengan lima klub besar Premier League. Manchester United dengan Chevrolet (AS), Chelsea dengan Yokohama (Jepang), Arsenal dengan Fly Emirates (UEA), Liverpool dengan Standar Chartered (Hong Kong), dan Manchester City dengan Etihad Airways (UEA).
Belum lagi kerja sama Tottenham Hotspur dengan AIA yang merupakan perusahaan asuransi asal Hong Kong, Everton dengan produsen bir asal Thailand, Chang Beer, lalu Leicester City juga disokong oleh perusahaan India, King Power, yang juga menjadi nama stadion markas The Foxes.
Daftar tersebut masih cukup panjang, namun tercatat hanya enam klub saja yang benar-benar mendapatkan sokongan dari perusahaan Inggris. Newcastle (Wonga), Crystal Palace (Neteller), Stoke City (Bet365), Bournmouth (Mansion Group), Norwich City (Aviva), dan Southampton (Veho).
Masuknya sokongan perusahaan asing dengan dana besar ini membuat klub Premier League tercatat sebagai peraih pendapatan terbesar per musim, mencapai £220 juta dengan rata-rata £11 juta per klub. Angka itu lebih dari setengah pendapatan yang didapat Bundesliga (£101 juta), dan bahkan mengalahkan total pendapatkan sponsor dari klub-klub tiga liga top Eropa lainnya yaitu La Liga (£82 juta), Ligue 1 (£70 juta), dan Serie A (£61 juta) yang hanya mencapai angka £213 juta per musim.
Sumber
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




ConversionConversion EmoticonEmoticon