Koneksi internet anda terputus. Tunggu dan coba lagi , atau Refresh Halaman.

Menpora Berangus PSSI, Futsal Indonesia Kena Imbasnya



Menpora Berangus PSSI, Futsal Indonesia Kena Imbasnya

Tindakan Menpora Imam Nahrawi yang mengeluarkan SK 01307 tentang pembekuan PSSI lalu mengakibatkan jatuhnya sanksi FIFA kepada Indonesia merupakan tindakan gegabah seorang pejabat negara yang dipercaya oleh Presiden. Hal itu mengakibatkan sankisi dari FIFA selaku badan yang menaungi sepak bola dunia dan karena sanksi itu Indonesia dicoret dari ajang Pra Piala Dunia 2018 dan Pra Piala Asia 2019. Padahal bila tidak disanksi, Indoensia seharusnya melakoni dua laga Pra Piala Dunia 2018 dan Pra Piala Asia 2019 melawan Taiwan dan Irak pada 11 dan 16 Juni 2015.

Menpora Berangus PSSI, Futsal Indonesia Kena Imbasnya

Tidak hanya sepak bola Indonesia saja yang dibekukan, ternyata Futsal yang berada di bawah naungn PSSI juga dibekukan. Akibatnya beberapa agenda internasional timnas futsal Indonesia terpaksa dibatalkan. Jujur saya sangat kecewa dengan hal ini karena saya adalah orang yang sangat suka olah raga futsal. Ditambah lagi Futsal adalah olah raga yang digemari para remaja dan sebagian besar pemuda di Indonesia yang juga kecewa timnas Futsal juga harus vacum atas keputusan menpora.

Ketua Umum Asosiasi Futsal Indonesia (AFI) Hary Tanoesoedibjo (HT) meradang ketika mendengar timnas Futsal juga terkena imbasnya. Bahkan dikutip beberapa media online nasional, HT ‘mengutuk’ menpora yang membekukan PSSI.

"Menpora benar-benar ngawur. Kisruh atas PSSI dan sanksi FIFA berimbas pada futsal. Saya harap ini segera diselesaikan. Kisruh yang merugikan seperti ini harus segera diakhiri," kata HT seperti dikutip Indopos.co.id.
Menurut saya pribadi keinginan Hary Tanoe agar kisruh antara PSSI dan Menpora yang mengakibatkan jatuhnya sanksi dari FIFA segera terselesaikan itu cukup beralasan. HT mempunyai target yang cukup tinggi untuk timnas futsal Indonesia, yakni agar bisa tampil di ajang Piala Dunia Futsal 2016 nanti.

"Kalau saya yang jadi Presiden, maka saya akan ganti Menpora-nya. Karena cara menyelesaikan masalah tidak seperti ini. Ibaratnya bila mencari jarum di kolam, maka jangan diobok-obok kolamnya, sebab selain tidak akan menemukan jarumnya, ikan-ikan yang ada di kolam juga akan ikut mati," tambahnya.

Sebagai wartawan olah raga khususnya sepak bola, saya selalu mengikuti perkembangan Futsal tanah air. Saya bukan jurnalis yang tergabung dalam grup media-nya si Pak HT. Namun saya ingin fair jika mengatakan bahwa di bawah kepemimpinan HT memang sudah ada perbaikan dari sisi manajemen dan struktur asosiasi futsal kita. Pembinaan dan pencarian ‘bibit’ muda untuk dikembangkan juga sudah bagus.