Koneksi internet anda terputus. Tunggu dan coba lagi , atau Refresh Halaman.

Jokowi Minta Maaf Pada PKI, Itu Berita HOAX..!!



Jokowi Minta Maaf Pada PKI, Itu Berita HOAX..!! 


Seperti diberitakan oleh beberapa media belakangan ini, cukup santer kabar bahwa pada tanggal 15 Agustus 2015 nanti presiden Jokowi akan menyampaikan pidato permintaan maaf kepada keluarga PKI.

Lantas, apakah itu benar kalau presiden ke 7 Republik Indonesia ini akan menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga satu-satunya partai berbasis komunis itu?

James Talakua selaku Ketua OC Konsorsium Relawan Indonesia (KRI) mengatakan kepada media kalau itu merupakan 100% berita HOAX, alias palsu, alias mengada-ngada.

Jokowi Minta Maaf Pada PKI, Itu Berita HOAX..!!

“Tidak ada berita seperti itu. Itu berita hoax yang sengaja disebar-sebarkan. Yang ada adalah presiden hanya akan berpidato seperti biasa pidato kenegaraan. Pidato pembenaran didepan DPR dan MPR. Itu saja. Jangan dilebih-lebihkan,” bantah James Talakua kepada media.

James juga sudah mengkonfirmasikan dengan sumber-sumber terpercaya di Istana yang berani meastikan kalau berita yang beredar selama ini adalah berita yang sengaja disebarkan oleh media-media anti Jokowi.

“Sebagai Ketua OC KRI, saya sering keluar masuk Istana dan bikin agenda diskusi relawan dengan menteri dan sejumlah staff kepresidenan. Jadi berita tersebut sudah saya konfirmasikan, dan berita itu tidak benar adanya," tambah James lagi.

Sebagai mana santer diberitakan media beberapa hari lalu bahwa Presiden Jokowi akan menyampaikan pidato kenegaraan pada tanggal 15 Agustus 2015, yang salah satu isi pidatonya adalah untuk meminta maaf kepada keluarga PKI.

Menaggapi isu tersebut Mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen, mengatakan apabila benar presiden Jokowi meminta maaf kepada keluarga Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam Pidato Kenegaraan pada 15 Agustus 2015 nanti, itu artinya pemerintah mengakui seluruh rakyat Indonesia bersalah.

"Kalau pemerintah minta maaf, berarti pemerintah mengakui dirinya salah dalam peristiwa 1965. Termasuk juga pemerintah mengakui Angkatan Darat bersalah, NU bersalah, Muhammadiyah bersalah dan seluruh rakyat Indonesia bersalah terhadap PKI dalam tragedi tahun 1965," kata Kivlan Zen di forum Bangbang Wetan di Kompleks Balai Pemuda, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (3/7).