Koneksi internet anda terputus. Tunggu dan coba lagi , atau Refresh Halaman.

Estafet Jabatan Bupati Kediri, Dari Suami Ke Istri



Estafet Jabatan Bupati Kediri, Dari Suami Ke Istri

Kisah politik dinasti (kekerabatan) di Indonesia ada di berbagai daerah. Pada umumnya hanya cerita datar. Jabatan kepala daerah berpindah tangan dari bapak kepada anak atau istri. Tapi jabatan bupati Kediri, Jatim, beda. Estafe dimulai pada 2010. Mirip lomba lari estafet beregu.

Estafet Jabatan Bupati Kediri, Dari Suami Ke Istri

Ir Sutrisno MM menjadi Bupati Kediri selama dua periode, 2000-2010. Saat harus lengser keprabon, dua dari tiga calon bupati dalam pilkada adalah istrinya.

Istri pertamanya, Dr. Hj. Haryanti, berpasangan dengan Masykuri yang diusung PDI-P, Golkar, PPP, dan Hanura. Sedangkan istri keduanya Hj Nurlaila berpasangan dengan Turmudi Abror yang dicalonkan koalisi PAN dan Gerindra.

Peristiwa dramatis terjadi pada debat antar kandidat. Haryanti tak mau menyalami Nurlaila di panggung debat.

Kegaduhan pun terjadi. Seorang pengunjung jengkel dan melempar botol air kemasan ke panggung. “Istri Tuwek Bupati Kediri tak Mau Salami Madu Suaminya, Botol Melayang,” begitu Surabaya Pagi melaporkan peristiwa tersebut, (8/5/2010).

Saat KPUD mengumumkan hasil pemungutan suara, sejumlah orang memperkirakan bakal terjadi keributan lagi antara kedua pendukung istri bupati tersebut.

Namun keributan tak terjadi saat pasangan Haryanti-Masykuri dinyatakan menang dengan jumlah suara 391.079 atau 54,58 persen.

Nurlaila, Kepala Desa Wates tiga periode itu, legowo menerima kekalahan setelah Sutrisno kirim SMS. Begitulah laporan Kompas.com, (18/5/2010).

Haryanti akan mengakhiri masa jabatan periode pertama pada tahun ini. Dia akan maju sebagai petahana usungan PDIP pada pilkada serentak 9 Desember 2015. Sedangkan Nurlaila tak akan ikut lagi.

Namun salah satu pesaing Haryanti nanti tetap istri Sutrisno. Tapi bukan Nurlaila, melainkan Sayekti -- istri ketiga Sutrisno -- yang diusung partai NasDem. Senin (13/7/2015).